loading…

Dua bibit siklon tropis, yakni 94W dan 95S, terdeteksi di wilayah Timur Indonesia yang dapat memicu cuaca ekstrem.Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Dua bibit siklon tropis, yakni 94W dan 95S, terdeteksi di wilayah Timur Indonesia. Kedua Bibit Siklon Tropis itu dapat memicu cuaca ekstrem.

Bibit siklon tropis 94W dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang. Sedangkan bibit siklon tropis 95S memiliki kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1006,4 mb.

Baca juga: Ada Bibit Siklon Tropis 94S, BMKG Prediksi Hujan Merata di 34 Kota

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, bibit siklon tropis 94W terpantau di sekitar wilayah Maluku Utara yang membentuk daerah konvergensi. Bibit siklon tropis 94W itu memanjang di laut Sulawesi.

Sementara bibit siklon tropis 95S terpantau di Teluk Carpentaria yang membentuk low level jet yang memanjang dari Laut Arafuru hingga Australia Utara bagian Timur.

BMKG dalam keterangan resminya yang diterima Kamis (1/12/2022) menyebutkan, kehadiran dua bibit siklon tropis tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, hingga ketinggian gelombang laut di sekitarnya dan sepanjang daerah konvergensi atau low level jet.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis Berpotensi Tumbuh Subur 3 Bulan ke Depan, Ini Penjelasan BMKG

BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Kalimantan Barat bagian Utara Malaysia dan bagian Timur daerah konvergensi yang terpantau memanjang di wilayah Laut Natuna Utara, dari Laut Natuna hingga Kalimantan Barat bagian Barat.

Kemudian, dari Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Riau, perairan Selatan Kalimantan Tengah hingga Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur hingga Sulawesi Barat, Laut Banda hingga laut Aru, dan Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat hingga laut Sumbawa.

“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” imbau BMKG.

BMKG juga melaporkan, berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak hujan lebat di Indonesia wilayah yang berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor dengan status siaga pada 1 Desember 2022. Kondisi ini berpotensi terjadi di wilayah Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.

“Untuk tanggal 2 Desember 2022 berpotensi di wilayah Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan. Karena itu, BMKG mengimbau untuk waspada jika sobat beraktivitas di luar rumah dan perbarui informasi prakiraan cuaca saat ini,” imbau BMKG.

(thm)

Source link