Masmient.com

Berita TerNew

Masmient.com, Jakarta- Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti aksi warga Jogja tolak khilafah dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 90 meter. 

Denny Siregar mengomentari aksi tolak khilafah warga Jogja melalui akun Twitternya yang diunggah pada Minggu 19 Juni 2022. 

Dalam tulisannya, Denny mengatakan bahwa pihak yang biasa melakukan kirab seperti dilakukan waga Jogja adalah kelompok khilafah. 


Baca Juga: Ngaku Heran Pendukung Anies Marah Disebut Bapak Politik Identitas Indonesia,…

Denny pun menyebut kelompok khilafah juga biasa membawa bendera putih hitam saat melakukan kirab. 

“Dulu yang suka kirab-kirab begini itu kelompok khilafah, dengan bawa-bawa bendera putih hitam,” tulis Denny. 


Baca Juga: Denny Siregar Sebut Anies Bapak Politik Identitas, Andi Sinulingga: Itu…

Menurut Denny Siregar, sekarang telah muncul sebuah gerakan mencintai negeri dan berani keluar membawa identitas diri. 

“Sekarang muncul gerakan cinta negeri yg sdh berani keluar membawa identitas diri,” ujarnya. 

Denny pun mengatakan teriakan untuk menolak kelompok khilafah bukan aksi yang sia-sia. 


Baca Juga: Denny Siregar Sebut Anies Bapak Politik Identitas, Andi Sinulingga: Itu…

“Teriakan kita gak sia-sia kawan,” ungkapnya. 

Teriakan menolak kelompok khilafah, kata Denny, supaya semua orang keluar dan berani bersuara melawan orang-orang yang berjualan agama. 

“Teriakan supaya semua orang keluar dan berani bersuara untuk melawan orang-orang yang jualan agama,” pungkasnya. 

Dalam tulisannya, Denny me-retweet video cuitan dari netizen bernama akun @kenhana03. 

Netizen tersebut mengunggah video warga Jogja melakukan aksi tolak khilafah yang diunggah pada Minggu 19 Juni 2022. 

Dalam video tersebut tampak peserta aksi membentangkan bendera merah putih yang panjang. 

Video tersebut juga menampilkan para peserta aksi yang melagukan lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” dengan berteriak riuh. 

Netizen tersebut menuliskan dalam cuitannya, “Kirab Bendera Sang Merah Putih, Yogyakarta”, tulisnya.

(Twitter/Dennysiregar7)

Sementara itu, aksi tolak khilafah warga Jogja tersebut mengatasnamakan diri Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB). 

Dalam aksinya, PNIB membentangkan bendera merah putih sepanjang 90 x 3 meter di Tugu Pal Putih, Yogyakarta, sebagaimana dilansir dari suara.com. 

Bendera Merah Putih yang memenuhi Jalan Margo Utomo dibawah warga Yogyakarta yang mengenakan baju tradisional. Mereka dikawal Bergodo yang berjalan didepan menuju arah Malioboro.

“Aksi  ini kami gelar karena keprihatinan kami sebagai anak bangsa yang resah karena semakin masif dan berkembangnya paham-paham ideologi transnasiaonal, khilafah, radikalisme. terorisme dan semakin banyaknya para provokator pemecah belah persatuan dan kesatuan anak bangsa, serta semakin banyaknya sekolah/lembaga/yayasan yang mengajarkan tentang paham khilafah, radikalisme dan terorisme,” ungkap Ketua DPW PNIB DIY, Timi Widayat disela aksi.

Menurut Timi, situasi dan kondisi bangsa akhir-akhir ini pun menimbulkan rasa kekhawatiran yang sangat mendalam bagi sebagian kehidupan bangsa. Muncul kesenjangan, hilangnya rasa saling mencintai, rasa handarbeni dan lunturnya rasa nasionalisme, toleransi, nilai-nilai dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga:
Kasau Remiskan Tugu Pal Putih di Kesatrian AAU Yogyakarta: Ini Punya Nilai Historis Tinggi

Selaib itu penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dan dasar negara, falsafah, way of life dan alat pemersatu bangsa pun makin sirna. Karenanya mereka menggelar aksi tersebut sebagai suatu wujud tanggung jawab, rasa memiliki, menjaga, turut serta mewujudkan rasa dan sikap persatuan dan kesatuan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami ingin menumbuhkembangkan jiwa nasionalis untuk terus memupuk persatuan dan kesatuan NKRI dengan mengajak komponen masyarakat tanpa membedakan suku agama dan ras serta status sosial secara bersama sama membentangkan bedera merah putih di salah satu titik keramaian yang menjadi ikon Jogja sebagau pusat budaya dan kota yang menjunjung toleransi,” tandasnya.

Kirab merah putih ini, lanjut Timi juga mengajak dan mengkampanyekan kepada seluruh lapisan masyarakat anak bangsa dimanapun berada untuk berani dengan tegas menolak melawan khilafah, radikalisme dan terorisme sampai kiamat. Mereka meminta pemerintah serta aparat penegak hukum untuk lebih tegas menindak dan menghukum berat para penyebar paham ideologi diluar Pancasila.

Bahkan bila memungkinkan menutup dan mengambil alih sekolah/yayasan/lembaga yang mengajarkan paham ideologi transnasiaonal khilafah tadikalisme terorisme di seluruh negeri. 

Sebab bangsa ini tidak boleh tercerai berai hanya karena ulah sekelompok orang tertentu yang sudah terang terangan menyatakan diri bahwa dasar mereka adalah menolak Pancasila dengan menggantikan paham paham tertentu yang berbalut agama.

Giat PNIB Kirab Merah Putih Pancasila menolak Khilafah Sampai tidak hanya digelar di Yogyakata. Aksi serupa juga akan digelar Jombang, Mojokerto, Kediri, Batu/Malang, Madiun, Surabaya, Magelang, Borobudur, Boyolali, Brebes, dan Tegal.

“Aktifitas semacam itu harus betul betul dilawan dengan sekuat tenaga masyarakat yang memahami pancasila seutuhnya. Sehingga melalui aksi membentangkan bendera merah putih di titik aktifitas publik di Jogja diharapkan mampu untuk membangkitkan jwia nasionalisme pada bumi pertiwi,” paparnya.

Source link