Masmient.com

Berita TerNew

Masmient.com, Jakarta – Timpal Ustadz Adi Hidayat (UAH) sebut pertanyaan tidak berfaedah terkait pertanyaan Gus Miftah mengenai rendang punya agama. Kata netizen adalah ustaz berkelas, Senin 20 Juni 2022.

Gus Miftah pada videonya menanggapi persoalan rendang. Gus Miftah mengatakan dalam videonya bahwa Ia berterima kasih kepada penjual makanan haram dengan memberikan label non halal.

“Di dalam Surah Al-Baqarah 168. Wahai para manusia, makanlah makanan yang halal dan yang baik yang ada dimuka bumi. Kewajiban makan makanan yang halal itu kan untuk orang Islam ya,” ujarnya.


Baca Juga: Ditanya Sejak Kapan Rendang Punya Agama, Ustadz Adi Hidayat: Sejak…

“Or-non-Islam, ya terserah mau makan apa, termasuk mau dimasak dengan bumbu apa, dengan cara apa, ya selera mereka,” lanjutnya.

“Saya justru berterima kasih dengan para penjual makanan, yang menjual makanan haram dan memberikan label non-halal. Sehingga, ketika melihat makanan non-halal, yang kita lakukan jangan emosi. Cukup ga usah dibeli. Selesai,” tambahnya.


Baca Juga: Sindir Gus Miftah Soal Rendang Babi, Warganet: Kalau Ada Anjing…

Gus Miftah juga memberikan pertanyaan yang mana Ustaz Adi Hidayat (UAH) menanggapinya.

“Eh. Ngomong-ngomong, sejak kapan ya rendang punya agama?” Tanyanya.

Melihat hal tersebut, UAH juga memberikan tanggapan mengenai pertanyaan Gus Miftah tersebut, dilihat pada akun @yaniarsim alias ¥@N’$ pada cuitannya di Twitter, Minggu 19 Juni 2022.


Baca Juga: Sindir Gus Miftah Soal Rendang Babi, Warganet: Kalau Ada Anjing…

UAH menjawab pertanyaan tersebut dengan mengatakan sejak batik, calung, dan angklung punya kewarganegaraan.

“Sejak kapan rendang itu punya agama? Maka dijawab, apa jawabannya? Sejak batik, calung, angklung punya kewarganegaraan,” timpalnya UAH.

Dalam video UAH, Ia kembali menegaskan bahwa sejak batik, calung, dan angklung punya kewarganegaraan.

“Paham? Sejak kapan rendang punya agama? Sejak batik, calung, dan angklung punya kewarganegaraan. Paham jawabannya? Paham? Kalo batik diclaim sama Malaysia, mau tidak? Tidak. Orang Indonesia akan mengatakan batik itu budaya Indonesia,” lanjutnya.

“Sudah melekat. Calung, angklung, itu budaya Indonesia. Melekat ke Indonesianya karena itu tidak ingin diclaim oleh negara-negara lain. Pertanyaannya, sejak kapan batik punya kewarganegaraan? Kan sama saja,” tambahnya.

UAH juga mengatakan bahwa pertanyaan dari Gus Miftah tersebut bukanlah pertanyaan yang berfaedah.

“Artinya itu pertanyaan yang tidak berfaedah. Kenapa? Karena memang itu sudah menjadi bagian dari budaya yang melekat. Dalam kaidah Ushul Fiqih, dikatakan kalo sudah melekat, sudah melekat, sudah baik dikenal dengan itu, maka jadi dihukum, kalo sudah jadi dihukum, maka dikenal di masyarakat, pungkasnya.

“Kalo berbeda dengan itu, rasanya nanti ada sesuatu yang nyeleneh (menyimpan). Rendang itu produk masyarakat Minang, budaya di Minang falfasahnya berbunyi. adat bersanding syara’, syara’ bersanding kitabullah, karena itu setiap yang keluar dari Minang lengkap dengan syariat, walaupun produk makanan. jadi jangan tanyakan tentang agamanya,” lanjutnya.

UAH juga mengingatkan bahwa pertanyaan seperti itu adalah pertanyaan kurang ajar.

“Jadi jangan tanyakan tentang agamanya, kalau bertanya tentang agama pada makanan, itu namanya pertanyaan kurang kerjaan,” ucapnya.

Di samping itu, netizen mengomentari video gabungan antara Gus Miftah dengan UAH. Salah satunya akun @PurwatiRahayu5 alias Purwati Rahayu.

“Ustadz Adi Hidayat memang lebih berkelas,” tweetnya pada cuitan akun @yaniarsim alias ¥@N’$.

Sumber Foto: Cuplikan Tweet Akun @PurwatiRahayu5 Alias Purwati Rahayu pada Cuitan Akun @yaniarsim Terkait Rendang

Akun @yaniarsim alias ¥@N’$ sendiri menuliskan “Buat @pgmoraaji, ini jawaban Ustaz Adi Hidayat tentang “Sejak kapan rendang punya agama‼️” tulisnya pada cuitannya.

Source link