Masmient.com

Berita TerNew

Laporan wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

Masmient.com, JAKARTA – Guna mensosialisasikan vaksin dosis ketiga atau booster, panitia penyelenggara Indonesia Open 2022 yang bekerja sama dengan Polda Metro Jaya turut mendirikan Gerai Vaksin Booster di area depan Istora Senayan, Jakarta.

Gerai Vaksin Booster berdiri di sebelah kiri pintu masuk utama Istora Senayan.

Baca juga: Satgas Covid-19: Rendahnya Capaian Vaksinasi Memperbesar Peluang Virus Bermutasi

Dari kejauhan tulisan Gerai Vaksin Booster yang berada di atas booth sudah terlihat jelas.

Seorang petugas kepolisian terlihat berjaga di dalam booth tersebut. Sementara dua dokter wanita duduk di meja sambil bersiap bila ada penonton yang ingin disuntik vaksin booster.

“Sebenarnya ini kan dari pemerintah untuk menggiatkan vaksin booster sudah dari sebelum lebaran, dan tidak semua masyarakat melakukan vaksinasi, makanya dari kami dari Polda Metro Jaya mengadakan gerai-gerai vaksin, ada yang di daerah Kokas juga,” kata Dr Yuliantikha Nurul Qumariah dari Biddokkes Polda Metro Jaya kepada Tribunnews, Sabtu (18/6/2022).

“Kemudian di sini kan ada kegiatan Indonesia Open banyak orang-orang yang akan datang ke sini, mungkin dari situ kita jadi banyak mengajak masyarakat yang belum vaksin booster. Mungkin orang-orang yang vaksin booster masih nanti-nanti saja terus mumpung sekarang ada gerai vaksin jadi mereka bisa melakukan sekarang,” terangnya.

Gerai vaksin booster ini telah didirikan sejak awal gelaran Indonesia Open pada Selasa lalu dan masih diadakan hingga hari terakhir Indonesia Open, Minggu (19/6/2022).

Lebih lanjut, Yuliantikha membeberkan gerai vaksin booster yang dibuka di area Istora Senayan Hingga hari ini telah didatangi ratusan orang untuk mendapatkan vaksin booster.

Baca juga: Vaksin Booster Gratis Tersedia di Jakarta Fair 2022, Catat Jadwal dan Cara Daftarnya

“Alhamdulillah banyak peminatnya, tapi banyak peminatnya di sore hari. Di sini gratis jadi sebelum vaksin kita tensi dulu, kita cek dulu bisa lanjut ke vaksin atau tidak. Jadi kita lihat tensi, suhu terus juga kita cek NIKnya, ini sudah benar apa belum karena kalau salah kita tidak bisa masuki datanya,” kata dr Yuliantikha.

“Saya dapat laporan kemarin kalau pagi itu bisa 5-10 orang tapi kalau sore bisa sampai 20 -50 orang,” pungkasnya.



Source link