Masmient.com

Berita TerNew

Sabtu, 18 Juni 2022 – 19:42 WIB

Bedah buku Nicotine War di ASEC Tower Universitas Airlangga. Foto: Dok. Suko untuk JPNN.

jatim.Masmient.com, SURABAYA – Komunitas Kretek bekerja sama dengan FORSIDA (Forum Silaturahmi Mahasiswa Daerah) Universitas Unair menggelar bedah buku Nicotine War karya Wanda Hamilton pada Jumat (17/6)

Diskusi bertajuk Membedah Siasat Korporasi Farmasi Jualan Nikotin menghadirkan seorang budayawan Irfan Afifi, Dosen Komunikasi Politik Unair Suko Widodo, dan Koordinator Nasional Komunitas Kretek 2010-2016 Abhisam Demosa.

Abhisam menilai nicotine war merupakan hasil riset dan kajian dari Wanda Hamilton yang menguliti kepentingan bisnis obat-obatan yang dikenal sebagai terapi pengganti nikotin dalam agenda elit global mengontrol tembakau.

Perang nikotin digambarkan sudah nyaris dimenangkan korporasi farmasi internasional dengan kesuksesannya melalui kampanye antitembakau serta dukungan penuh dari WHO, lembaga kesehatan publik, pemerintahan, dan NGO.

“Semua itu bertujuan untuk mematikan industri tembakau. Jelas, nikotin tidak lagi dikonsumsi melalui rokok melainkan melalui racikan farmasi,” ujar Abhisam.

Menurutnya, isu antirokok sudah berkembang di Indonesia. Salah satu agenda besarnya adalah Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) yang terus diperingati di Indonesia setiap 31 Mei.

“Segala kampanye antirokok di Indonesia hari ini adalah duplikasi strategi yang sudah dibongkar Wanda Hamilton dalam bukunya Nicotine War,” kata dia.

Kenaikan cukai membuat peraturan yang eksesif untuk mematikan industri hasil tembakau (IHT) dalam negeri agar leluasa memonopoli peredaran nikotin.

Bedah buku Nicotine War karya Wanda Hamilton berisi siasat farmasi dan kampanye antitembakau, begini kata budayawan dan akademisi Unair.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google News

Source link