Masmient.com

Berita TerNew

Masmient.com, Bogor —

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Yogi Prawira, SpA (K)., menuturkan bahwa dalam 2-3 minggu terakhir juga terjadi peningkatan kasus anak, baik yang membutuhkan perawatan di ruang biasa atau di ICU.

Tak hanya itu, kasus juga diikuti peningkatan kondisi peradangan hebat di berbagai sistem organ usai Covid-19. Kasus ini dinamakan dengan Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C). Oleh sebab itu langkah pencegahan perlu dilakukan oleh orang tua. Apalagi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini bisa menular lebih cepat.

Terkait hal itu, dr. Yogi pun mengingatkan orang tua agar tak ragu untuk melakukan tes PCR jika anak nampak mengalami gejala atau potensi terpapar Covid-19.

Menurut dr. Yogi, sejak awal pandemi, memang tak sedikit orang tua yang enggan mengajak anaknya PCR. Padahal, tes PCR bukan hanya dijadikan patokan sebagai konfirmasi infeksi Covid-19, tapi juga diperlukan untuk mengetahui perjalanan penyakit tersebut

“Banyak orang tua yang beranggapan, ‘aduh (anak) gak usah diswab lah’, atau mungkin sebagian menganggap Covid sudah tidak ada. Nah ini jangan beranggapan begitu. Jadi sangat penting untuk kita tahu status anak kita memang dia kontak erat atau bergejala masuk dalam suspect probable untuk pastikan apakah dia confirm,” kata dr. Yogi, dalam sesi talkshow virtual bertajuk ‘Liburan Sehat, Anak Aman Covid-19’ oleh BNPB Indonesia, Rabu (29/6/2022).

“Karena timeline penting sekali, perjalanan penyakit ini penting sekali untuk Covid-19. Pada saat dua minggu pertama itu fase akut. Mungkin pada anak, 70 persen gejalanya ringan. Tetapi setelah 2 minggu fase akut, maka kita harus hati-hati dengan kondisi MIS-C,” sambung dr. Yogi.

Baca Juga: Merasa Takut saat Jalani Swab Test, Wanita Berbaju PNS Ini Spontan Pegang Kelamin Petugas Medis, Duh Ada-Ada Aja!

Baca Juga: Lakukan Swab Test Bareng 160 Karyawannya, Nagita Slavina Sempat Takut dan Deg-degan Tunggu Hasilnya



Source link