Masmient.com

Berita TerNew

Masmient.com, Jakarta —

Beauty, tahukah kamu, jika Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak kelima di dunia? Ya, ironisnya lagi nih, Beauty, penyakit ini juga menyebabkan 6,7 juta kematian pada 2021 dengan sekitar satu orang meninggal dunia akibat diabetes setiap 5 detik. 

Nah, jika tak dilakukan pencegahan, angka ini diperkirakan akan terus meningkat mencapai 643 juta pada 2030 dan 784 juta pada 2045. Oleh karena itu, penting bagi kita, khususnya kelompok pradiabetes, untuk mencegah diabetes ini, Beauty. Lantas, gimana caranya, ya?

Terkait hal itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Rudi K, Sp.PD, Dip TH, MM, MARS, pun menegaskan bahwa faktor yang menjadi penyebab diabetes dan penyakit tak menular lainnya pada dasarnya merupakan kegiatan sehari-hari dan tidak hanya sekadar soal mengonsumsi gula.

“Diabetes itu nggak cuma masalah gula darah tapi, bagaimana kita bisa mengenali komplikasi agar tidak terjadi,” kata dr. Rudi, saat ditemui di acara Media Workshop Hari Kesehatan Nasional dan Hari Diabetes Sedunia 2022 yang diadakan oleh Nutrifood di Ballroom, The Akmani Hotel, Jakarta, belum lama ini.

Lebih jauh, dokter yang berpraktek di Eka Hospital BSD ini pun kemudian memaparkan segelintir tips bagaimana caranya membatasi asupan gula yang kita konsumsi sehari-hari. Menurutnya, yang paling mendasar adalah bagaimana kita bisa menerapkan edukasi sejak awal, karena manis itu sendiri adalah persepsi. 

“Jadi setiap orang punya pandangan sendiri-sendiri. Semakin sering orang itu mengonsumsi sesuatu yang manis, maka lama-lama akan terbiasa dibandingkan orang yang suka minum tawar dan makanannya tawar, begitu kena gula sedikit sudah merasa manis,” kata dr. Rudy.

“Jadi, ketika seseorang terbiasa mengkonsumsi makanan tinggi gula maka, ia akan merasa aneh jika mengkonsumsi makanan yang rendah gula, begitupun sebaliknya,” lanjutnya.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Ini pada Kulit Jika Kamu Terkena Serangan Diabetes!

Baca Juga: Penelitian: Pasien Corona yang Memiliki Riwayat Diabetes Risiko Kematiannya Lebih Tinggi, Ini Penjelasan Ahli



Source link