Masmient.com

Berita TerNew

Masmient.com, Jakarta –  Politisi PSI Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli sebut Ustaz Abdul Somad (UAS) buzzer politik yang berkedok penceramah agama.

Hal tersebut disampaikan Gun Romli merespons ucapan dari UAS yang mengaku dukungan yang dia berikan mampu menjadikan seorang politikus sebagai kepala daerah.

“Buzzer (orang yang mempromosikan) politik yang berkedok penceramah agama atau penceramah agama yang nyambi buzzer politik?,” tulis Gun Romli di akun twitternya.

Tangkapan Layar (Twitter)


Baca Juga: Tokoh Senior NU Minta UAS Intropeksi Diri, Netizen: Kok NU…

Seperti diketahui, klaim UAS tersebut disampaikan di acara Silatuhrahmi Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) yang dilaksanakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, UAS dalam sambutannya mengenai ‘Kontriusi dalam Bidang Politik dan Dakwah Kultrul’.

“Pembahasan yang kedua tentang politik. Jadi beberapa sahabat kurang setuju bahwa saya, saya tidak berpolitik sampai hari ini, tapi pendapat-pendapat saya men-support orang-orang politik sehingga dapat duduk menjadi wali kota, beberapa tempat saya men-support menjadi gubernur,” ujar UAS seperti yang dikutip dari Detik.com, Sabtu, 18 Juni 2022.


Baca Juga: Sindir UAS, Guntur Romli: Buzzer Politik Berkedok Penceramah Agama atau…

UAS, di sisi lain, mengklaim bahwa beberapa orang menganggap dukungannya mencemari dakwah. Padahal, lanjutnya, para da’i sudah lama dikaitkan dengan politik di Indonesia masa lalu.

“Karena bagi kawan-kawan, sahabat-sahabat, ini menodai dakwah. Iya kalau yang di-support ini menang, kalau kalah?,” tuturnya.

“Padahal, kalau kita lihat dalam sejarah itu, Syekh Abdurrauf As-Singkili adalah mufti dari Kerajaan Aceh, artinya berdekatan dengan politik dan kalau kit abaca juga Syekh Muhamad Arsyad, mufti Kerajaaan Banjar, begitu juga dengan Wali Songo, mereka diwarnaai oleh kekuasaan. Yang dikhwatirkan adalah kita diwarnai oleh kekuasaan,” lanjutnya.


Baca Juga: Sindir UAS, Guntur Romli: Buzzer Politik Berkedok Penceramah Agama atau…

Lebih lanjut UAS menyatakan bahwa bantuannya tidak diberikan secara gratis. Calon kepala daerah telah membuat janji politik, salah satunya adalah pembangunan rumah Alquran jika terpilih.

“Prinsip saya sederhana saja, kalau saya tausiah di salah satu kabupaten, kota, itu tidak cukupsetahun atau keliling ke kecamaran ke desa. Tapi yang kita dukung ini bisa duduk jadi wali kota tentunya ada kontrak politik. Nanti setelah duduk dia akan bangun sekolah tahfiz Qur’an, rumah Qur’an, kemudian salat berjamaah wajib, Baznas dihidupkan,” ujar UAS.

Dalam akhir sambutannya, UAS mengucapkan permintaan maaf jika belum banyak berkontribusi. Dia juga mewanti-wanti untuk tidak saling menjelekkan atau menyebar fitnah.

“Kalau tidak bisa mendoakan paling tidak jangan saling menjelekkan, jangan fitnah dan lain sebagainya. Saya amat sangat mohon maaf kepada guru-guru, sahabat-sahabat, tidak banyak berkontribusi. Mohon maaf atas segala kekhilafan. Akhirnya saya ucapkan tahniah, selamat atas program-program yang sudah dan yang akan datang kita lakukan bersama,” papar dia.

Perlu diketahui, Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) menggelar kegiatan Silahturahmi dan Musyawarah Nasional 1 Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia Tahun 2022. Kegiatan tersebut bertema ‘Konsolidasi Organisasi Serta Peneguhan Peran JATTI di Kancah Nasional dan Global’.

Hadir dalam acara ini Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua MPR yang juga anggota JATTI Hidayat Nur Wahid, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, hingga Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla.

Source link