Masmient.com

Berita TerNew

Masmient.com, Jakarta – Seorang alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN bernama Zulfahri, mengaku sempat terpapar virus radikalisme yang membuatnya membenci negara Indonesia.

Adapun video pengakuan alumni IPDN sempat terpapar virus radikalisme hingga dirinya membenci negara Indonesia itu beredar di media sosial usai diunggah pengguna Twitter Urrangawak, seperti dilihat pada Sabtu 18 Juni 2022.

Dalam video itu, tampak Zulfahri tengah berbicara di sebuah acara. Ia pun awalnya memperkenalkan diri sebagai alumni IPDN.


Baca Juga: Pengakuan Alumni IPDN: Saya Sempat Terjangkit Radikalisme, Hingga Benci Negara

“Nama saya Zulfahri. Saya ini seorang alumni IPDN, yang mana otomatis alumni IPDN itu menjadi pegawai negeri sipil,” ujar Zulfahri.

Selain itu, Zulfahri juga mengungkapkan usai dirinya lulus dari IPDN ia sempat bekerja di kantor Pemerintah Kota Banda Aceh.


Baca Juga: Ceramah Ustadz Khalid Basalamah di IPDN Dibatalkan, Warganet: Harus Tetap…

“Saya sempat bekerja di pemerintah Kota Banda Aceh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zulfahri mengungkapkan ketika dirinya masih di IPDN ia membayangkan bahwa ketika lulus nantinya akan menjadi PNS atau bahkan pejabat publik.

“Saya ketika di IPDN lalu bekerja di Banda Aceh itu gak pernah terbayang kalau saya akan sampai di posisi pada hari ini, karena dalam pikiran saya, lulus IPDN jadi pegawai negeri, apalagi rata-rata akan menjadi pejabat publik nantinya,” cerita Zulfahri.


Baca Juga: Ceramah Ustadz Khalid Basalamah di IPDN Dibatalkan, Warganet: Harus Tetap…

Akan tetapi, bayangan di pikirannya saat masih di IPPD itu mendadak hilang usai dirinya terpapar virus radikalisme.

“Tapi kemudian ada sesuatu yang menghampiri saya, virus radikalisme itu mulai menjangkiti saya. Ketika itu sudah hilang semua bayangan ketika saya di IPDN,” tuturnya.

Ia pun mengungkapkan, saat terjangkit virus radikalisme tersebut dirinya malah sangat membenci negara Indonesia.

“Tidak ada lagi visi atau misi menjadi seorang birokrat atau pejabat publik. Yang terjadi malah saya sangat membenci negara Indonesia ini. Saya lulusan IPDN tapi sangat membenci negara ini,” bebernya.

Bahkan, kata sang alumni IPDN itu, saat terpapar virus radikalisme itu ia menganggap negara Indonesia adalah musuh utamanya.

Bagi saya negara ini adalah musuh utama pada waktu itu, ketika virus itu masuk ke dalam diri saya,” ujarnya.

Source link