--> Skip to main content

Pantun Menyambut Bulan Ramadhan 2018

Pantun Menyambut Bulan Ramadhan 2018- Menurut pengertiannya puasa adalah menahan lapar dan dahaga dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari ( dari waktu subuh sampai waktu magrib). Puasa berarti juga membersihkan diri dari hal-hal buruk seperti menghina teman meski dari dalam hati, menggunjing orang tanpa di sadari yang akan menjadi penghalang terbukanya pintu taubat di bulan ramadhan.

Maka dari itu lebih baiknya kita mulai membersihkan hati dan diri  sebelum terbukanya pintu ramadhan kita berharap saat pintu ramadhan itu terbuka jiwa dan raga kita benar-benar bersih dan siap menjemput hidayah sang Ilahi.

Akan tetapi, terkadang kita masih merasa sungkan atau bahkan malu hingga JAIM untuk meminta maaf terlebih dulu meski kita sadar kita pernah ada salah kepada saudara kita. Maka dari itu disini saya akan membantu sahabat untuk mengungkapkan permohonan maaf melalui pantun-pantun kekinian mengenai pantun bulan ramadhan, dan pastinya bisa di copy lalu di share di grup-grup sosial media sahabat.

*Pantun  Menyambut Ramadhan 1439 H*

pantun ramadhan

*aku suka memancing ikan;*
*dengan Perahu ditengah lautan.*
*Sambil menunggu datangnya Ramadhan;*
*Permohonan maaf kami sampaikan.*

*buah merah namanya rambutan;*
*pohonnya tumbuh di tengan taman.*
*Berhubung bulan Mei sudah Ramadhan;*
*Salah dan khilaf mohon dimaafkan.*

*kopi susu manis rasanya;*
*ditambah madu lebih beeguna.*
*Ramadhan kini berada di ufuk mata;*
*Mari Bersama Tingkatkan Iman dan Taqwa.*

*Kembang melati sungguhlah indah;*
*Di tengah taman jadi hiasan.*
*Harum Ramadhan tercium sudah;*
*Kalau ada salah dan khilaf mohonlah dima'afkan.*

*Makan roti jangan berlari;*
*Kalaulah jatuh kita yang rugi.*
*Bersihkan hati sucikan diri;*
*Sambut Ramadhan sebentar lagi.*

*Indosat kartunya emtri*
*Telkomsel punya simpati*
*Akan datang hari yang fitri**
*Semoga kita kembali suci,*

Mungkin hanya itu dulu pantun sederhana dari saya, mudah-mudahan bisa menghibur ya...

Artikel pantun bulan puasa ramadhan di atas semata-mata hanya untuk menghibur kita semua,.. terimakasih

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar