--> Skip to main content

Penderitaan-qu

Penderitaan


Kata Kata penderitaan  inilah yang telah mewakili perasaan dalam kehidupan ku, dengan penuh harapan tuhan mampu melegakan hati ini.

" Tak sanggup qu rasa dalam kehidupan-qu"
Rasa ingin pergi dari kenyataan-qu
Namun kuasa bukan milik-qu
Hanya siksaan terasa di hari-hari penderitaan ini

Tetesan air mata yang tak
Mau berhenti di karnakan perih-nya haty
Bukan seuntai kata melain kan kenyataan yang-qu rasa

Apa setiap penderitaan ada kebahagiaan ?

Aqu rasa itu tidak mungkin
Di karnakan kesedihan ini selalu ada dan untuk selalu ada
Kini kebahagiaan semakin menjauhi jiwa-qu
Jika ada pilihan mungkin aqu tac akan memilih

Karna
Kepastian itu ada dalam jiwa-qu
Kepastian yang selalu aku dapat
Adalah hal yang tac dapat membuat aqu tersenyum"

Hanya mungkin karna apa?


 demi apa ? 

       demi apa ? demi apa ?


Aqu harus merasakan semua.
Tetesan air mata tac mampu membasahi seluruh badan-qu
Namun sakit dan derita di dalam haty mampu melemah kan semua jiwa.
Jika pilihan itu pasti 
Maka hidup yang tac menentu akan sirna.

Apa yang anda fikirkan ?
Aqu tac dapat berfikir di sini 
Yang aku mampu hanya merasakan tetesan air mata di kelopak mata dan haty yang ikut serta
Tac tau arah jalan pulang



Haty yang sesat menjadikan mata ini tac mampu memandang kebenaran yang benar
Haty yang hitam tac ada setitik putih pun di dalam nya
Entah pada siapa aqu harus mengeluh.



Malu terasa haty ini untuk mengadu
Hanya mungkin saat hari mendatang kau akan meletakan ruh dan jiwa-qu di tempat yang hanya penderitaan yang tertera di situ.



Lelah kesana kemari hanya bisa merangkak di hadapan musibah.
Hanya musibah lah yang aku dapati.
Dan hanya selalu musibah

إغفرلنا .......

:'(



Syair: 

Sajak kerinduan

Budi bahasa tak dapat di beli,

maaf di pinta tolonglah beri,

Walaupun syairku tak seindah pelangi,
namun ku ucap tulus nan dari hati.

Lembayung senja kian mengelap,
kapal merapat kembali berlayar,
bagai mana cinta mau ku ucap,
rindu hati belum terbayar.

Penantian ini begitu lama,
menunggu waktu yang berputar,
masih adakah harapan buat saya,
menuju celah yang kian pudar.

Kapal belayar dilautan cinta,
ombak menerpa badai menghadang,
ingin rasanya untuk di cinta,
tapi hati membuat bimbang.

Ku angkat tangan kutekukan kepala,
mengucap do’a juga meminta,
hanya pada Mu Allah yang maha Kuasa,
kuserahkan segenap jiwa dan raga.

Gelap terang suasana,
malam berlalu menjemput pagi,
ku ucapkan salam buat semua,
dilain waktu kita sambung lagi.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar